Inspirasi minggu ini:

Cause all of the stars are fading away , just try not to worry you'll see them someday, take what you need and be on your way

Waktu bagaikan sebuah pedang, manfaatkan sebaik baiknya..

Sabtu, 23 Juni 2012

Mikrokontroler

Apa Itu Mikrokontroller?
Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori program, atau keduanya), dan perlengkapan input output.
Dengan kata lain, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut “pengendali kecil” dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini.
Mikrokonktroler digunakan dalam produk dan alat yang dikendalikan secara automatis, seperti sistem kontrol mesin, remote controls, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Dengan mengurangi ukuran, biaya, dan konsumsi tenaga dibandingkan dengan mendesain menggunakan mikroprosesor memori, dan alat input output yang terpisah, kehadiran mikrokontroler membuat kontrol elektrik untuk berbagai proses menjadi lebih ekonomis. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :

· Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas
· Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi
· Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak
Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks.
Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi, maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan sistem minimum. Untuk membuat sistem minimal paling tidak dibutuhkan sistem clock dan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan sistem clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternal pun mikrokontroler sudah beroperasi.
Untuk merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler, kita memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu:
1. sistem minimal mikrokontroler
2. software pemrograman dan kompiler, serta downloader
Yang dimaksud dengan sistem minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Sebuah IC mikrokontroler tidakakan berarti bila hanya berdiri sendiri. Pada dasarnya sebuah sistem minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama, yang terdiri dari 4 bagian, yaitu :
1. prosesor, yaitu mikrokontroler itu sendiri
2. rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal
3. rangkaian clock, yang digunakan untuk memberi detak pada CPU
4. rangkaian catu daya, yang digunakan untuk memberi sumberdaya
Pada mikrokontroler jenis2 tertentu (AVR misalnya), poin2 pada no 2 ,3 sudah tersedia didalam mikrokontroler tersebut dengan frekuensi yang sudah diseting dari vendornya (biasanya 1MHz,2MHz,4MHz,8MHz), sehingga pengguna tidak perlu memerlukan rangkaian tambahan, namun bila ingin merancang sistem dengan spesifikasi tertentu (misal ingin komunikasi dengan PC atau handphone), maka pengguna harus menggunakan rangkaian clock yang sesuai dengan karakteristik PC atau HP tersebut, biasanya menggunakan kristal 11,0592 MHz, untuk menghasilkan komunikasi yang sesuai dengan baud rate PC atau HP tersebut.
Perkembangan ?
Mikrokontroler pertama kali dikenalkan oleh Texas Instrument dengan seri TMS 1000 pada tahun 1974 yang merupakan mikrokontroler 4 bit pertama. Mikrokontroler ini mulai dibuat sejak 1971. Merupakan mikrokomputer dalam sebuah chip, lengkap dengan RAM dan ROM. Kemudian, pada tahun 1976 Intel mengeluarkan mikrokontroler yang kelak menjadi populer dengan nama 8748 yang merupakan mikrokontroler 8 bit, yang merupakan mikrokontroler dari keluarga MCS 48. Sekarang di pasaran banyak sekali ditemui mikrokontroler mulai dari 8 bit sampai dengan 64 bit, sehingga perbedaan antara mikrokontroler dan mikroprosesor sangat tipis. Masing2 vendor mengeluarkan mikrokontroler dengan dilengkapi fasilitas2 yang cenderung memudahkan user untuk merancang sebuah sistem dengan komponen luar yang relatif lebih sedikit.
Saat ini mikrokontroler yang banyak beredar dipasaran adalah mikrokontroler 8 bit varian keluarga MCS51(CISC) yang dikeluarkan oleh Atmel dengan seri AT89Sxx, dan mikrokontroler AVR yang merupakan mikrokontroler RISC dengan seri ATMEGA8535 (walaupun varian dari mikrokontroler AVR sangatlah banyak, dengan masing2 memiliki fitur yang berbeda2). Dengan mikrokontroler tersebut pengguna (pemula) sudah bisa membuat sebuah sistem untuk keperluan sehari-hari, seperti pengendali peralatan rumah tangga jarak jauh yang menggunakan remote control televisi, radio frekuensi, maupun menggunakan ponsel, membuat jam digital, termometer digital dan sebagainya.
Jenis-jenis Mikrokontroller
Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas instruksi-instruksi yang dapat diterapkan pada mikrokontroler tersebut. Pembagian itu yaitu RISC dan CISC.
· RISC merupakan kependekan dari Reduced Instruction Set Computer. Instruksi yang dimiliki terbatas, tetapi memiliki fasilitas yang lebih banyak.
· Sebaliknya, CISC kependekan dari Complex Instruction Set Computer. Instruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.
Masing-masing mempunyai keturunan atau keluarga sendiri-sendiri.
Sekarang kita akan membahas pembagian jenis-jenis mikrokonktroler yang telah umum digunakan.
1. Keluarga MCS51
Mikrokonktroler ini termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC. Sebagian besar instruksinya dieksekusi dalam 12 siklus clock.
Mikrokontroler ini berdasarkan arsitektur Harvard dan meskipun awalnya dirancang untuk aplikasi mikrokontroler chip tunggal, sebuah mode perluasan telah mengizinkan sebuah ROM luar 64KB dan RAM luar 64KB diberikan alamat dengan cara jalur pemilihan chip yang terpisah untuk akses program dan memori data.
Salah satu kemampuan dari mikrokontroler 8051 adalah pemasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mengijikan operasi logika boolean tingkatan-bit dapat dilakukan secara langsung dan secara efisien dalam register internal dan RAM. Karena itulah MCS51 digunakan dalam rancangan awal PLC (programmable Logic Control).
2. AVR
Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi.
Secara umum, AVR dapat dikelompokkan dalam 4 kelas. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral dan fungsinya. Keempat kelas tersebut adalah keluarga ATTiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx.
3. PIC
Pada awalnya, PIC merupakan kependekan dari Programmable Interface Controller. Tetapi pada perkembangannya berubah menjadi Programmable Intelligent Computer.
PIC termasuk keluarga mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh Microchip Technology. Awalnya dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instruments dengan nama PIC1640. Sekarang Microhip telah mengumumkan pembuatan PIC-nya yang keenam
PIC cukup popular digunakan oleh para developer dan para penghobi ngoprek karena biayanya yang rendah, ktersediaan dan penggunaan yang luas, database aplikasi yang besar, serta pemrograman (dan pemrograman ulang) melalui hubungan serial pada komputer.

Taken from : http://hme.ee.itb.ac.id/elektron/?p=32

WORD FORM

ADJECTIVE ( PART 3)

Adjective atau kata sifat merupakan kata yang menjelaskan kata benda. Ia memiliki akhiran , sehingga mudah untuk dikenali seperti - able pada kata preferable , reasonable , visible , marketavle l ful seperti pada beautiful , harmful , useful ; -ic atau -ical  seperti pada kaca economical , hostorical , allergic , nonsensical  ; -ish seperti Danish , greenish , tallish ; -ive seperti pada kata abortive , massive , restive ; -less pada kata nameless , restless , endless , speechless ; dan -like pada kata dylike , manlike , warlike . Selain itu kata sifat memiliki bentu bentuk komparatif dan superlatif dengan menggunakan penambahan akhiran -er atau -est atau ore atau the most pada kata sifat seperti pada contoh berikut ini :
- she taller than I am
- she is more beautiful than anna
- andi is the smartest in his class
- wati is the most talkactive in her family
- she is asleep
- they are alike
- she is alone
- he is ashamed
- we are aware

secara fungsional kata sifat berfungsi sebagai predikatif , dan atributif. Fungsi predikatif dapat terjadi ketika ia berada setelah verba seperti yang dapat kita pelajari pada contoh di bawah ini :
- the students of  BSY are smart and diligent
- the manager is considerably dishonest
- some are fair and responsible
- F.O at Best School Yogyakarta is fair and professional

selain sebagai predikatif kata sifat berfungsi sebagai atributif , biasanya oa berada sebelum nomina seperti yang di tunjukkan oleh contoh di bawah ini :
- andi is a kind person
- marxal is a nice guy
- sugeng is a funny boy
- vica is helpful front office
- wajiran is a nice lecturer

Jumat, 22 Juni 2012

Word Form

Verba ( Part 2)

Verba merupakan kata yang harus dikuasai oleh peserta tes. Secara umum ada beberapa akhiran dan awalan yang secara morfologis menandai nomina. Awalan itu adalah en seperti pada enlarge, enlight dan lain lain. akhirannya adalah en seperti  broaden , darken , dan lengthen ; ify seperti pada glorify , nultify , simplify ; dan ize seperti economize , scandalize ; ise seperti pada nationalize . Selain memiliki akhiran derivatif , ia juga memiliki akhiran inflektif seperti es atau s pada kata goes , studies , works , walks ; ing pada kata swim menjadi swimming , go menjadi going ; dan -ed atau d seperti pada kata study menjadi studied , repeat menjadi repeated. Verba juga memiliki perubahan yang tidak beraturan sesuai dengan kala verba itu seperti pada kalimat di bawah ini :

Present tense
- i goto school everyday
- they break the table
- you come here every night

Past tense
- I went to school yesterday
- They broke the table
- You came here yesterday

secara umum verba dapat dibagi menjadi empat yaitu linking verbs , lexical verb , primary verbs dan auxilary verb yang masing - masing dapat dicontohkan pada berikut ini :

Lexical Verbs
- to walk      walked    walked
- to work     worked    worked
- to sign       signed      signed
- to think      thought    thought
- to write     wrote       written
- to go         went        gone

Lingking verbs
- be           being         been
- is            am             are
- was        were
- become  get             fall

Primary verbs
- Have     do              make

Auxiliary verbs
- Can       may            must
- Could   should         dare        

semua verba biasanya menjadi predikat kalimat , berikut ini adalah contoh contohnya :
- I can speak english
- I am a college student at Gunadarma University
- They could come here
- They speak to the President

WORD FORM

Word Form  merupakan suatu hal yang sangat peting dikuasai oleh para peserta tes TOEFL agar dapat meningkatkan  skor TOEFL nya. Bahasa Inggris mengenal dua macam kelas secara umum , yaitu :
Content Words
yang meliputi :   Nomina , Verba , Adjectiva , dan Adeverbia
Functional Word
yang meliputi : artikel , preposisi , pronominal , kata sambung dan lain sebagainya.

Dikarenakan luasnya cakupan bahasan word form , pada kesempatan ini yang akan di bahasa haya content words  yang akan di uraikan sebagai berikut ini :

NOMINA (PART 1)

Salah satu kelas kata yang sering muncul dalam tes TOEFL adalah nomina . nomina merupakan kata kata yang menunjuk pad nama orang , benda n yang secara morpologis memeiliki beberapa akhiran seperti :
-age , seperti :
Coverage , postage .
-ance ,seperti :
acceptance , apperance , dan utterance
-ation ,seperti :
Information , transformation .
-dom ,seperti :
Boredom , freedom , dan kingdom.
-ee  ,seperti :
Divorcee , employee ,  dan payee.
-ieer  ,seperti :
engineer , mountaineer dan profiteer
-ence ,seperti :
Difference , existence , dan preference 
-ess ,seperti :
Actress , governess ,  dan murderess
-ette ,seperti :
Cigarette , maisonette , dan usherette
-hood ,seperti :
Chilhood , knighthood , parenthood dan knighthood
-ism , seperti :
Idealism , modernism , dan organism.

Selain identifikasi secara maknawi , dan morfologis , nomina juga dapat dikenal secara sintaktik seperti bahwa nomina berfungsi sebagai subjek , komplemen , objek , komplomen subjek , dan komplomen objek yang dapat dicontohkan sebagai berikut :
- The Student are diligent
- Amir is Student
- He reads a nice book
- Ali became a smart student
- We elected Yudoyono Indonesian President 

SUMBER : BUKU PINTAR TOEFL

Selasa, 17 Mei 2011

ABSTRAK

DEFINISI ABSTRAK
Menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat.
Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Dua konsep utama dalam membuat abstrak:
Conciseness
Significance
Fungsi / Tujuan abstrak:
Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
Menghemat waktu pembaca
Melanjutkan membaca atau tidak ?
Menghindari terjadi duplikasi tulisan
Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis.

Berikut ini adalah isi dari abstrak :

Tujuan (Purpose)
Apa alasan penulis ?
Apa ide utama (main idea) dari penulis ?
Cakupan (Scope)
Apa yang menjadi fokus penulis ?
Dimana yang menjadi konsentrasi dari penulis ?
Metode (Method)
Jenis-jenis temuan yang ditampilkan penulis ?
Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari ide utamanya ?
Hasil (result)
Apa konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan penulis ?
Rekomendasi (recommendations)
Apa solusi yg ditawarkan penulis ?
Apakah penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu ?
Kesimpulan (conclusions)
Apakah penulis menggambarkan hubungan “cause & effect” ?
Apa kesimpulan yang dibuat oleh penulis dari studi yang dilakukannya ?

Tipe abstrak :
Descriptive Abstract
Berisi informasi yang terdapat pada tulisan
Berisikan tujuan, metode, dan cakupan dari tulisan
Tidak mencakup hasil, kesimpulan dan rekomendasi
Biasanya sangat pendek
Memperkenalkan kepada pembaca tentang subjek dari tulisan.


Informative abstract:
merupakan substitusi dari dokumen
Berisi spesifik informasi dari tulisan
versi miniature dari dokumen yang mencakup tujuan, metode, cakupan, hasil, kesimpulan dan rekomendasi dari tulisan
Pendek, biasanya 10 % dari panjang tulisan
Biasanya digunakan dalam laporan penelitian.


sumber : staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/Scientific-Writing/Abstrak.ppt

Tugas Bahasa Indonesia 2 Minggu terakhir

PROPOSAL PENELITIAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi komukasi saat ini berkembang sangat pesat, salah satunya adalah handphone. Dengan alat ini kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan mudah dan alat ini dapat dibawa kemana saja, karena bentuk dan ukurannya yang kecil. Selain itu, handphone juga memiliki beragam fasilitas, seperti, Short Message Service (SMS), Multimedia Message Service (MMS), General Packet Radio Service (GPRS), Kamera, Ringtones, dan lain sebagainya.
Dan dalam dunia Information Technology (IT) segala upaya dilakukan dengan membuat berbagai macam eksperimen, guna membuat suatu sistem yang baru dan semakin mempermudah kerja sistem tersebut. Diantaranya ada suatu system pengendali terhadap suatu peralatan yang berkembang saat ini. Sistem pengendali peralatan yang berkembang saat ini adalah sistem untuk rumah tangga, perkantoran dan perkuliahan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terutama dalam teknologi komputerisasi dan komunikasi, telah banyak penemuan sistem-sistem computer yang memanfaatkan media komunikasi, yaitu memanfaatkan fasilitas handphone, yang bertujuan guna memberikan kemudahan dalam hal pekerjaan.
Melihat perkembangan teknologi tersebut, tentunya teknologi komputer dan media komunikasi ini dapat kita gunakan dalam pengembangan sistem pengaman rumah, diharapkan sistem pengaman rumah yang berbasis GPRS ini dapat lebih terjamin lagi keamanannya, karena dalam sistem pengaman rumah yang ada sekarang ini, masih belum dapat memberikan jaminan keamanan bagi rumah kita, walaupun di dalam rumah kita telah terpasang sistem pengaman rumah, terkadang kita sering curiga akan keamanan rumah kita bila kita tinggal dalam keadaan kosong sampai berhari-hari, karena dalam proses kerja sistem ini, kita harus selalu berada dalam lingkungan rumah.
Dengan menimbang permasalahan diatas, maka sistem komputer juga dapat kita jadikan sebagai pengontrol pengaman rumah, dengan memanfaatkan fasilitas handphone yaitu fasilitas General Packet Radio Service (GPRS) dan Image Capturing tentunya sistem pengaman rumah akan lebih terjamin keamanannya, karena kita bisa mengontrol keadaan rumah tanpa harus selalu ada di dalam rumah, kita dapat memonitor keamanan rumah melalui handphone setiap kemungkinan kondisi bahaya yang terjadi.
Untuk mengontrol sistem pengaman rumah ini di perlukan suatu perangkat lunak yang di gunakan untuk mengatur nomor handphone sebagai penerima pesan, selain itu juga berfungsi sebagai display (tampilan) suhu dalam rumah, dan dengan memanfaatkan Image Capturing kita dapat mengaplikasikan gambar tersebut kedalam komputer, saluran serial (Com1) dan USB sebagai interface antara software dan rangkaian (hardware).
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut penulis mengambil judul “Sistem Pengaman Rumah Berbasis General Packet Radio Service (GPRS) Dan Image Capturing Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0

B. Rumusan Masalah
Memperhatikan latar belakang diatas maka penulis menetapkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Pembuatan program (Software) sebagai pengontrol sistem pengaman rumah dengan menggunakan microcontroller (AT89S8252), dan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.
2. Pembuatan rangkaian sistem pengaman rumah (Hardware) menggunakan saluran serial (Com1) dan USB untuk menghubungkan Image Capturing.

C. Batasan Masalah
Agar pembahasan lebih terarah , maka penulis memberikan batasan-batasan pembahasan masalah yaitu :
1. Pembahasan mengenai perancangan sistem pengaman rumah menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, yang digunakan sebagai program pengendali.
2. Menyusun rangkaian sistem pengaman rumah menggunakan saluran serial (Com1) dan USB.
3. Microcontroller digunakan sebagai pengendali penggerak sensor, ultrasonic dan PIR.
4. Handphone Siemens M55 sebagai pengirim data gprs.
5. Spesifikasi komputer yang di gunakan minimal Pentium II, dan Sistem Operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows XP.

D. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat Sistem Pengaman Rumah Berbasis General Packet Radio Service (GPRS) Dan Image Capturing Dengan Menggunakan Bahasa Pemprograman Visual Basic 6.0, dengan menggunakan saluran serial (Com1) yang dapat memonitor keamanan rumah kita melalui handphone yaitu berupa pengiriman Pesan gambar apabila terjadi kondisi bahaya dalam rumah kita.
Manfaat yang ingin di capai penulis dalam pembuatan sistem ini adalah :
1. Menjadikan sistem pengaman rumah lebih terjamin lagi keamanannya, efisien dan lebih otomatis.
2. Mengembangkan sistem pengaman rumah.
3. Memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Information Technology (IT).
E. Metode Penelitian
Adapun penyusun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan dengan:
1. Studi Pustaka (Literatur)
Yaitu metode pencarian data dari buku, browsing internet atau literatur-literatur yang berkaitan dengan teori dasar dari sistem yang sedang dibuat.
2. Riset Lapangan
Yaitu metode mencari data dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan.
3. Pembuatan Proto Type
Yaitu metode perancangan alat serta aplikasi yang digunakan, Melakukan uji coba alat agar dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
F. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini akan diuraikan dalam bentuk bab, dan masing-masing bab akan dipaparkan dalam beberapa sub bab, diantaranya :

BAB I. Pendahuluan
Dalam bab ini akan menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan laporan tugas akhir.

BAB II. Landasan Teori
Dalam bab ini akan membahas dan menjelaskan mengenai dasar teoritis yang menjadi landasan dan mendukung pelaksanaan penulisan tugas akhir.

BAB III. Rancangan Bangunan Alat, Program dan Hasil
Dalam bab ini akan membahas tentang perancangan Sistem Pengaman Rumah (Hardware) dan Program Pengontrolnya (Software) menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, serta hasil dan analisa cara bekerja dari alat dan progran yang telah dibuat.

BAB IV Uji Coba dan Analisa
Dalam bab ini akan disampaikan hasil dan analisa cara kerja dari alat dan program yang telah di buat

BAB IV Penutup
Dalam bab ini akan disampaikan kesimpulan dan saran dari keseluruhan bahasa


LAMPIRAN

Minggu, 08 Mei 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA MINGGU KE 3

LAPORAN



Pernakah anda mendapatkan tugas untuk membuat suatu laporan baik sebagai tugas individu ataupun kolektif? Hampir semua orang pasti akan menjawab "Ya.." , namun tahukah anda , apa definisi dari laporan itu sendiri? Bagaimana cara membuat laporan itu dengan baik? dan adakah jenis - jenis dari laporan itu?
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas mengenai "LAPORAN" , langsung saja....

Apa itu Laporan?
Laporan dapat di definisikan sebagai catatan atau jalan cerita hasil dari pekerjaan yang dilakukan baik oleh individu maupun berkelompok dalam bentuk tertulis atau tidak tertulis (Lisan ). Jenis laporan dapat berupa Laporan kegiatan , Laporan Penelitian , Laporan Perjalanan dan masih banyak lagi..

Secara umum laporan berfungsi sebagai :
a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.

b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.

c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.

d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan

sebelum membuat Laporan , kita harus dapat memperhatikan beberapa aspek pembuatan laporan , antara lain sebagai berikut :
Laporan diusahakan agar :

a. Singkat dan padat.

b. Runtut atau sistimatis.

c. Mudah dipahami isinya.

d. Isinya lengkap.

e. Menarik penyajiannya.

f. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.

g. Tepat pada waktunya.




Langkah - langkah membuat Laporan :
1. Tentukan dahulu jenis laporan apa yang ingin anda buat , misalnya Laporan kegiatan
2. Setelah itu tuliskan tempat dan waktu kegiatan yang anda telah lakukan,
misalnya anda melakukan perkemahan di Suka Mantri pada hari Sabtu 9 April 2011
3. Lalu serakan juga siapa saja yang ikut serta dalam kegiatan itu
4. Tulislah persiapan dan perencanaan yang anda lakukan saat akan melakukan kegiatan
5. Tuliskan pelaksanaan kegiatan secara sistematis ( menurut bidang , waktu pelaksanaan , serta urutan data /fakta yang anda dapat )
6. Sertakan juga hambatan atau kendala apa saja yang anda hadapi dalam melakukan kegiatan itu..
7. Tuliskan hasil yang anda peroleh dari kegiatan itu..
8. Terakhir , buatlah kesimpulan dan saran dari anda agar kegiatan tersebut menjadi lebih baik di masa yang akan datang..

Selain itu , Laporan akan menjadi semakin baik apabila kita menyertakan Foto - foto kegiatan , tanda bukti , surat surat ataupun sebagainya..
Laporan yang baik juga selalu mengacu pada proposal yang sebelumnya telah anda ajukan.