Inspirasi minggu ini:

Cause all of the stars are fading away , just try not to worry you'll see them someday, take what you need and be on your way

Waktu bagaikan sebuah pedang, manfaatkan sebaik baiknya..

Jumat, 22 Juni 2012

WORD FORM

Word Form  merupakan suatu hal yang sangat peting dikuasai oleh para peserta tes TOEFL agar dapat meningkatkan  skor TOEFL nya. Bahasa Inggris mengenal dua macam kelas secara umum , yaitu :
Content Words
yang meliputi :   Nomina , Verba , Adjectiva , dan Adeverbia
Functional Word
yang meliputi : artikel , preposisi , pronominal , kata sambung dan lain sebagainya.

Dikarenakan luasnya cakupan bahasan word form , pada kesempatan ini yang akan di bahasa haya content words  yang akan di uraikan sebagai berikut ini :

NOMINA (PART 1)

Salah satu kelas kata yang sering muncul dalam tes TOEFL adalah nomina . nomina merupakan kata kata yang menunjuk pad nama orang , benda n yang secara morpologis memeiliki beberapa akhiran seperti :
-age , seperti :
Coverage , postage .
-ance ,seperti :
acceptance , apperance , dan utterance
-ation ,seperti :
Information , transformation .
-dom ,seperti :
Boredom , freedom , dan kingdom.
-ee  ,seperti :
Divorcee , employee ,  dan payee.
-ieer  ,seperti :
engineer , mountaineer dan profiteer
-ence ,seperti :
Difference , existence , dan preference 
-ess ,seperti :
Actress , governess ,  dan murderess
-ette ,seperti :
Cigarette , maisonette , dan usherette
-hood ,seperti :
Chilhood , knighthood , parenthood dan knighthood
-ism , seperti :
Idealism , modernism , dan organism.

Selain identifikasi secara maknawi , dan morfologis , nomina juga dapat dikenal secara sintaktik seperti bahwa nomina berfungsi sebagai subjek , komplemen , objek , komplomen subjek , dan komplomen objek yang dapat dicontohkan sebagai berikut :
- The Student are diligent
- Amir is Student
- He reads a nice book
- Ali became a smart student
- We elected Yudoyono Indonesian President 

SUMBER : BUKU PINTAR TOEFL

Selasa, 17 Mei 2011

ABSTRAK

DEFINISI ABSTRAK
Menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat.
Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Dua konsep utama dalam membuat abstrak:
Conciseness
Significance
Fungsi / Tujuan abstrak:
Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
Menghemat waktu pembaca
Melanjutkan membaca atau tidak ?
Menghindari terjadi duplikasi tulisan
Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis.

Berikut ini adalah isi dari abstrak :

Tujuan (Purpose)
Apa alasan penulis ?
Apa ide utama (main idea) dari penulis ?
Cakupan (Scope)
Apa yang menjadi fokus penulis ?
Dimana yang menjadi konsentrasi dari penulis ?
Metode (Method)
Jenis-jenis temuan yang ditampilkan penulis ?
Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari ide utamanya ?
Hasil (result)
Apa konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan penulis ?
Rekomendasi (recommendations)
Apa solusi yg ditawarkan penulis ?
Apakah penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu ?
Kesimpulan (conclusions)
Apakah penulis menggambarkan hubungan “cause & effect” ?
Apa kesimpulan yang dibuat oleh penulis dari studi yang dilakukannya ?

Tipe abstrak :
Descriptive Abstract
Berisi informasi yang terdapat pada tulisan
Berisikan tujuan, metode, dan cakupan dari tulisan
Tidak mencakup hasil, kesimpulan dan rekomendasi
Biasanya sangat pendek
Memperkenalkan kepada pembaca tentang subjek dari tulisan.


Informative abstract:
merupakan substitusi dari dokumen
Berisi spesifik informasi dari tulisan
versi miniature dari dokumen yang mencakup tujuan, metode, cakupan, hasil, kesimpulan dan rekomendasi dari tulisan
Pendek, biasanya 10 % dari panjang tulisan
Biasanya digunakan dalam laporan penelitian.


sumber : staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/Scientific-Writing/Abstrak.ppt

Tugas Bahasa Indonesia 2 Minggu terakhir

PROPOSAL PENELITIAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi komukasi saat ini berkembang sangat pesat, salah satunya adalah handphone. Dengan alat ini kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan mudah dan alat ini dapat dibawa kemana saja, karena bentuk dan ukurannya yang kecil. Selain itu, handphone juga memiliki beragam fasilitas, seperti, Short Message Service (SMS), Multimedia Message Service (MMS), General Packet Radio Service (GPRS), Kamera, Ringtones, dan lain sebagainya.
Dan dalam dunia Information Technology (IT) segala upaya dilakukan dengan membuat berbagai macam eksperimen, guna membuat suatu sistem yang baru dan semakin mempermudah kerja sistem tersebut. Diantaranya ada suatu system pengendali terhadap suatu peralatan yang berkembang saat ini. Sistem pengendali peralatan yang berkembang saat ini adalah sistem untuk rumah tangga, perkantoran dan perkuliahan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terutama dalam teknologi komputerisasi dan komunikasi, telah banyak penemuan sistem-sistem computer yang memanfaatkan media komunikasi, yaitu memanfaatkan fasilitas handphone, yang bertujuan guna memberikan kemudahan dalam hal pekerjaan.
Melihat perkembangan teknologi tersebut, tentunya teknologi komputer dan media komunikasi ini dapat kita gunakan dalam pengembangan sistem pengaman rumah, diharapkan sistem pengaman rumah yang berbasis GPRS ini dapat lebih terjamin lagi keamanannya, karena dalam sistem pengaman rumah yang ada sekarang ini, masih belum dapat memberikan jaminan keamanan bagi rumah kita, walaupun di dalam rumah kita telah terpasang sistem pengaman rumah, terkadang kita sering curiga akan keamanan rumah kita bila kita tinggal dalam keadaan kosong sampai berhari-hari, karena dalam proses kerja sistem ini, kita harus selalu berada dalam lingkungan rumah.
Dengan menimbang permasalahan diatas, maka sistem komputer juga dapat kita jadikan sebagai pengontrol pengaman rumah, dengan memanfaatkan fasilitas handphone yaitu fasilitas General Packet Radio Service (GPRS) dan Image Capturing tentunya sistem pengaman rumah akan lebih terjamin keamanannya, karena kita bisa mengontrol keadaan rumah tanpa harus selalu ada di dalam rumah, kita dapat memonitor keamanan rumah melalui handphone setiap kemungkinan kondisi bahaya yang terjadi.
Untuk mengontrol sistem pengaman rumah ini di perlukan suatu perangkat lunak yang di gunakan untuk mengatur nomor handphone sebagai penerima pesan, selain itu juga berfungsi sebagai display (tampilan) suhu dalam rumah, dan dengan memanfaatkan Image Capturing kita dapat mengaplikasikan gambar tersebut kedalam komputer, saluran serial (Com1) dan USB sebagai interface antara software dan rangkaian (hardware).
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut penulis mengambil judul “Sistem Pengaman Rumah Berbasis General Packet Radio Service (GPRS) Dan Image Capturing Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0

B. Rumusan Masalah
Memperhatikan latar belakang diatas maka penulis menetapkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Pembuatan program (Software) sebagai pengontrol sistem pengaman rumah dengan menggunakan microcontroller (AT89S8252), dan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.
2. Pembuatan rangkaian sistem pengaman rumah (Hardware) menggunakan saluran serial (Com1) dan USB untuk menghubungkan Image Capturing.

C. Batasan Masalah
Agar pembahasan lebih terarah , maka penulis memberikan batasan-batasan pembahasan masalah yaitu :
1. Pembahasan mengenai perancangan sistem pengaman rumah menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, yang digunakan sebagai program pengendali.
2. Menyusun rangkaian sistem pengaman rumah menggunakan saluran serial (Com1) dan USB.
3. Microcontroller digunakan sebagai pengendali penggerak sensor, ultrasonic dan PIR.
4. Handphone Siemens M55 sebagai pengirim data gprs.
5. Spesifikasi komputer yang di gunakan minimal Pentium II, dan Sistem Operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows XP.

D. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat Sistem Pengaman Rumah Berbasis General Packet Radio Service (GPRS) Dan Image Capturing Dengan Menggunakan Bahasa Pemprograman Visual Basic 6.0, dengan menggunakan saluran serial (Com1) yang dapat memonitor keamanan rumah kita melalui handphone yaitu berupa pengiriman Pesan gambar apabila terjadi kondisi bahaya dalam rumah kita.
Manfaat yang ingin di capai penulis dalam pembuatan sistem ini adalah :
1. Menjadikan sistem pengaman rumah lebih terjamin lagi keamanannya, efisien dan lebih otomatis.
2. Mengembangkan sistem pengaman rumah.
3. Memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Information Technology (IT).
E. Metode Penelitian
Adapun penyusun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan dengan:
1. Studi Pustaka (Literatur)
Yaitu metode pencarian data dari buku, browsing internet atau literatur-literatur yang berkaitan dengan teori dasar dari sistem yang sedang dibuat.
2. Riset Lapangan
Yaitu metode mencari data dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan.
3. Pembuatan Proto Type
Yaitu metode perancangan alat serta aplikasi yang digunakan, Melakukan uji coba alat agar dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
F. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini akan diuraikan dalam bentuk bab, dan masing-masing bab akan dipaparkan dalam beberapa sub bab, diantaranya :

BAB I. Pendahuluan
Dalam bab ini akan menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan laporan tugas akhir.

BAB II. Landasan Teori
Dalam bab ini akan membahas dan menjelaskan mengenai dasar teoritis yang menjadi landasan dan mendukung pelaksanaan penulisan tugas akhir.

BAB III. Rancangan Bangunan Alat, Program dan Hasil
Dalam bab ini akan membahas tentang perancangan Sistem Pengaman Rumah (Hardware) dan Program Pengontrolnya (Software) menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, serta hasil dan analisa cara bekerja dari alat dan progran yang telah dibuat.

BAB IV Uji Coba dan Analisa
Dalam bab ini akan disampaikan hasil dan analisa cara kerja dari alat dan program yang telah di buat

BAB IV Penutup
Dalam bab ini akan disampaikan kesimpulan dan saran dari keseluruhan bahasa


LAMPIRAN

Minggu, 08 Mei 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA MINGGU KE 3

LAPORAN



Pernakah anda mendapatkan tugas untuk membuat suatu laporan baik sebagai tugas individu ataupun kolektif? Hampir semua orang pasti akan menjawab "Ya.." , namun tahukah anda , apa definisi dari laporan itu sendiri? Bagaimana cara membuat laporan itu dengan baik? dan adakah jenis - jenis dari laporan itu?
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas mengenai "LAPORAN" , langsung saja....

Apa itu Laporan?
Laporan dapat di definisikan sebagai catatan atau jalan cerita hasil dari pekerjaan yang dilakukan baik oleh individu maupun berkelompok dalam bentuk tertulis atau tidak tertulis (Lisan ). Jenis laporan dapat berupa Laporan kegiatan , Laporan Penelitian , Laporan Perjalanan dan masih banyak lagi..

Secara umum laporan berfungsi sebagai :
a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.

b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.

c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.

d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan

sebelum membuat Laporan , kita harus dapat memperhatikan beberapa aspek pembuatan laporan , antara lain sebagai berikut :
Laporan diusahakan agar :

a. Singkat dan padat.

b. Runtut atau sistimatis.

c. Mudah dipahami isinya.

d. Isinya lengkap.

e. Menarik penyajiannya.

f. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.

g. Tepat pada waktunya.




Langkah - langkah membuat Laporan :
1. Tentukan dahulu jenis laporan apa yang ingin anda buat , misalnya Laporan kegiatan
2. Setelah itu tuliskan tempat dan waktu kegiatan yang anda telah lakukan,
misalnya anda melakukan perkemahan di Suka Mantri pada hari Sabtu 9 April 2011
3. Lalu serakan juga siapa saja yang ikut serta dalam kegiatan itu
4. Tulislah persiapan dan perencanaan yang anda lakukan saat akan melakukan kegiatan
5. Tuliskan pelaksanaan kegiatan secara sistematis ( menurut bidang , waktu pelaksanaan , serta urutan data /fakta yang anda dapat )
6. Sertakan juga hambatan atau kendala apa saja yang anda hadapi dalam melakukan kegiatan itu..
7. Tuliskan hasil yang anda peroleh dari kegiatan itu..
8. Terakhir , buatlah kesimpulan dan saran dari anda agar kegiatan tersebut menjadi lebih baik di masa yang akan datang..

Selain itu , Laporan akan menjadi semakin baik apabila kita menyertakan Foto - foto kegiatan , tanda bukti , surat surat ataupun sebagainya..
Laporan yang baik juga selalu mengacu pada proposal yang sebelumnya telah anda ajukan.

Selasa, 29 Maret 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA MINGGU KE 2 SESSION 2

CARA MENGUMPULKAN DATA
1. OBSERVASI
Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena :
Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.
Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.
Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari.
Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.
Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti.

2. WAWANCARA
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi salah satu cara mendapatkan informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sumber berita. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan wartawan yang bersangkutan.

Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya dilaksanakan atas kehendak sumber berita.
Bentuk Wawancara

Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Wawancara :
Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
Wawancara pribadi.
Wawancara dengan banyak orang.
Wawancara dadakan / mendesak.
Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.

Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

3. KUESIONER
Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting . Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden. Yang menjadi dasar pembatasan menentukan variabel-variabel tersebut adalah harus dapat dimengerti dan dirasakan manfaatnya. Kuesioner dapat berfungsi sebagai alat dan sekaligus teknik pengumpulan data yang berisi sederet pertanyaan dalam wujud konkrit.
Penyusunan kuesioner dilakukan dalam bentuk pertanyaan tertutup. Yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membawa responden ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda ‘x’ (Arikunto, 1998: 151).
Dalam hal ini, kuesioner untuk konsumen dibagi jadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1. Bagian I berisi tentang pertanyaan mengenai data umum responden.
2. Bagian II berisi pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan pelanggan. Bentuk pertanyaan adalah tertutup dan responden menentukan pilihan jawaban berdasarkan apa yang sudah ditentukan.
Menentukan nilai kepentingan dan kepuasan pelanggan mengenai kualitas jasa pemasaran yang digunakan terdiri dari 5 bagian yaitu 1,2,3,4 dan 5.
Bentuk kuesioner lain adalah berisi pertanyaan faktor-faktor peluang dan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada karyawan di PT x. Penyebaran kuesioner yang dilakukan sebelumnya melalui uji validasi konstruk untuk mengecek apakah variabel-variabelnya sudah layak atau belum.

Penggunaan kuesioner tepat bila :

1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.

2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.

3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.

4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.
JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER

Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.

Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.

Petunjuk-petunjuk yang harus diikuti saat memilih bahasa untuk kuesioner adalah sebagai berikut :
Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.
Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan kata-kata. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
Pertanyaan harus singkat.
Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Hindari juga bias dalam pertanyaan –pertanyaan yang menyulitkan.
Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons). Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya.
Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden.

Tugas Minggu Pertama Session 2

Metode Ilmiah
Secara Umum Metode Ilmiah atau proses Ilmiah adalah merupakan suatu proses keilmuan yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis yang logis. Menurut Almadk (1939) Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan , dan penjelasan akan kebenaran . sedangkan menurut Ostle metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.

Metode Ilmiah memiliki berbagai macam karakteristik , diantaranya sebagai berikut :
Berdasarkan Fakta
keterangan - keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta - fakta yang nyata.

Bebas dari prasangka
Metode ilmiah harus bebas dati prasangka bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif . Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alsan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.

Menggunakan prinsip - prinsip analisa
Dalam memahami dan memberi arti terhadap fenomena yang kompleks , harus digunakan prinsip analisa , semua masalah harus di cari sebab musababnya serta solusinya dengan menggunakan analisa yang logis.

Menggunakan hipotesa ( dugaan awal)
Dalam metode ilmiah seorang peneliti harus dituntun dalam proses berfikir dengan menggunakan analisa. Hipotesis harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai.

Objektif
Penelitian dan analisa harus harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. ukuran tidak boleh dengan merasa - rasa atau dengan hati nurani. pertimbangan - pertimbangan harus dibuat secara objektif.

Menggunakna teknik kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan , kecuali untuk atribut - atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan ukurannya seperti ton , mm , ohm , per detik , kilogram dan lain lain.

Langkah - Langkah membuat metode ilmiah :
1. Pemilihan topik , bidang atau judl penelitian
2. Mengadakan survei Lapangan
3. Membangun sebuah bibliografi
4. Memfomulasikan dan mendefinisikan masalah
5. Membeda - bedakan dan membuat outline dari unsur - unsur permasalahan
6. Mengklasifikasikan unsur - unsur masalah
7. Menentukan data atau bukti yang dikehendaki
8. Melakukan pengujian
9. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan
10. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa
11. Menggunakan citrasi , footnote , dan referensi
12. Menulis Laporan Penelitian