Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium ,artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Sistematika suatu karya ilmiah sangat perlu disesuaikan dengan sistematika yang diminta oleh media publikasi (jurnal atau majalah ilmiah), sebab bila tidak sesuai akan sulit untuk dimuat. Sedangkan suatu karya ilmiah tidak ada artinya sebelum dipublikasi. Walaupun ada keragaman permintaan penerbit tentang sistematika karya ilmiah yang akan dipublikasi, namun pada umumnya meminta penulis untuk menjawab empat pertanyaan berikut:
(1) Apa yang menjadi masalah?;
(2) Kerangka acuan teoretik apa yang dipakai untuk memecahkan masalah?;
(3) Bagaimana cara yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah itu?;
(4) Apa yang ditemukan?; serta
(5) Makna apa yang dapat diambil dari temuan itu?
Karya tulis ilmiah memiliki ciri - ciri , yaitu :
1. Jelas
Maksudnya dalam hal menyampaikan isi dari karya ilmiah harus jelas , sehingga pembaca dapat mengetahui maksud penulisan kita.
2. Logis
Maksudnya karya ilmiah kita itu masuk akal
3. Objektif
Maksudnya karya ilmiah yang kita sampaikan harus benar – benar nyata dan apa adanya .
4. Sistematis
Maksudnya Karya tulis yang kita buat harus di tulis secara berurutan , sehingga jelas dan mudah untuk dibacanya.
Selain dari apa yang saya kemukakan di atas , salah satu hal yang terpenting dalam membuat karya ilmiah adalah penggunaan ragam bahasa yang baik dan benar. Ragam bahasa Ilmiah adalah bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya.
Inspirasi minggu ini:
Waktu bagaikan sebuah pedang, manfaatkan sebaik baiknya..
Kamis, 24 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Penalaran deduktif ( Tugas Minggu kedua )
Pada Kesempatan tugas minggu kedua ini saya akan mencoba mengulas mengenai penalaran deduktif sebagai lanjutan dari materi sebelumnya , yaitu penalaran induktif. Definisi dari penalaran Deduktif adalah suatu metode yang digunakan dalam berfikir yang bersifat Umum ke khusus . Metode ini di awali dengan penarikan suatu inti persoalan yang kemudian diikuti dengan data – data pendukungnya. Berikut ini adalah macam – macam bentuk dari penalaran deduktif :
1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan secara deduktif. Silogisme itu sendiri terdiri dari bagian proposisi ( Pernyataan ) dan bagian konklusif ( kesimpulan ). Silogisme memiliki bermacam – macam jenis , berikut ini adalah macam – macam jenis dari silogisme :
-Silogisme Katagorial
Silogisme Katagorial merupakan jenis silogisme dimana bagian penyusun proposisi (pernyataan)nya bersifat katagorial. Pada bagian ini terdapat proposisi yang mendukung silogisme itu sendiri. Proposisi yang mendukung silogisme dikenal dengan istilah premis . Premis dapat di bedakan menjadi dua macam , yaitu premis mayor dan premis minor . Premis mayor adalah premis yang di dalamnya terdapat unsur predikat , sedangkan premis minor adalah premis yang di dalamnya terdapat unsur subjek.
Contoh :
Linux adalah sistem operasi open source
Red hat adalah distro dari linux
Jadi , red hat adalah sistem operasi open source
-Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme dimana pada proposisinya memiliki premis mayor yang bersifat hipotesis , dan premis minornya bersifat katagorial . Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
-Silogisme Alternatif
Silogisme Altenatif adalah silogisme yang isi premisnya bersifat alternative
Contoh :
Kelelawar adalah kelompok mamalia atau aves
Kelelawar adalah kelompok mamalia
Jadi , kelelawar bukan kelompok aves.
- Entimen
Entimen adalah silogisme yang di pendekkan
Contoh :
Semua Mahasiswa Sistem komputer wisuda tahun 2012
Irsan adalah Mahasiswa Sistem Komputer
Jadi , irsan wisuda tahun 2012
Referensi :
Praja’s Blog dan Dian prassisca’s blog
1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan secara deduktif. Silogisme itu sendiri terdiri dari bagian proposisi ( Pernyataan ) dan bagian konklusif ( kesimpulan ). Silogisme memiliki bermacam – macam jenis , berikut ini adalah macam – macam jenis dari silogisme :
-Silogisme Katagorial
Silogisme Katagorial merupakan jenis silogisme dimana bagian penyusun proposisi (pernyataan)nya bersifat katagorial. Pada bagian ini terdapat proposisi yang mendukung silogisme itu sendiri. Proposisi yang mendukung silogisme dikenal dengan istilah premis . Premis dapat di bedakan menjadi dua macam , yaitu premis mayor dan premis minor . Premis mayor adalah premis yang di dalamnya terdapat unsur predikat , sedangkan premis minor adalah premis yang di dalamnya terdapat unsur subjek.
Contoh :
Linux adalah sistem operasi open source
Red hat adalah distro dari linux
Jadi , red hat adalah sistem operasi open source
-Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme dimana pada proposisinya memiliki premis mayor yang bersifat hipotesis , dan premis minornya bersifat katagorial . Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
-Silogisme Alternatif
Silogisme Altenatif adalah silogisme yang isi premisnya bersifat alternative
Contoh :
Kelelawar adalah kelompok mamalia atau aves
Kelelawar adalah kelompok mamalia
Jadi , kelelawar bukan kelompok aves.
- Entimen
Entimen adalah silogisme yang di pendekkan
Contoh :
Semua Mahasiswa Sistem komputer wisuda tahun 2012
Irsan adalah Mahasiswa Sistem Komputer
Jadi , irsan wisuda tahun 2012
Referensi :
Praja’s Blog dan Dian prassisca’s blog
Penalaran Induktif ( Tugas Minggu pertama )
“Penalaran anak itu sangat baik , kata “nalar” atau “penalaran” mungkin sering kali kita dengar dalam kehidupan sehari – hari , namun tahukah anda apa definisi dari kata penalaran itu?
Penalaran atau nalar adalah suatu proses berfikir pada otak manusia dimana suatu objek dapat digambarkan tanpa melalui pengamatan panca indera ( Observasi Empirik ) yang akan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian mengenai suatu hal.
Dalam bahasa Indonesia , Metode penalaran dibagi menjadi dua macam , yaitu :
1. Penalaran Induktif , dan
2. Penalaran Deduktif
Pada Kesempatan tugas minggu pertama ini saya akan mencoba mengulas mengenai penalaran induktif. Penalaran Induktif adalah suatu metode yang digunakan dalam berfikir yang bersifat khusus ke umum . Metode ini dimulai dengan menjelaskan detail – detail mengenai suatu objek sebelum akhirnya disimpulkan menjadi suatu kesimpulan.
Berikut ini adalah bentuk – bentuk dari metode berfikir induktif :
Generalisasi
Generalisasi merupakan suatu proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan yang umum.
Contoh :
1. Perusahaan IHK menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
2. Perusahaan E-Cyber menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
Generalisasi pernyataan diatas :
Semua Perusahaan menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
Pernyataan semua perusahaan menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya hanya memiliki probabilitas ( Kemungkinan ) karena belum pernah diselidiki kebenaranya.
Contoh Kesalahan dari pernyataan di atas:
Sistem Operasi Linux digunakan oleh perusahaan Indosat untuk setiap komputernya.
Berikut ini adalah macam – macam Generalisasi :
1. Generalisasi Sempurna
Generalisasi Sempurna ( dapat disebut dengan Generalisasi tanpa loncatan induktif ) adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus Penduduk
2. Generalisasi tidak sempurna ( dapat disebut dengan Generalisasi dengan loncatan induktif ) adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki (sampel ) diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh : Hampir semua Orang yang tinggal di Kawasan Jakarta adalah perokok pasif
Analogi
Analogi merupakan suatu proses penalaran atau cara berfikir dengan membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan sifat. Analogi biasanya digunakan untuk meramalkan , menyingkap kan kesalahan dan dapat pula digunakan untuk klasifikasi ( pengelompokkan).
Contoh :
Analogi yang digunakan untuk meramalkan :
Dengan membandingkan kondisi tanah dan suhu pada musim pengujan tahun lalu , petani dapat memilih benih apa yang cocok untuk di tanam pada musim hujan tahun ini.
Analogi yang digunakan untuk menyingkap kesalahan :
Dengan membandingkan penyebab terjadinya penyakit flu pada setiap orang , Tidak semua orang yang terkena flu di sebabkan karena kehujanan.
Analogi yang digunakan untuk pengklasifikasian ( pengelompokkan ) :
Seorang dokter dapat mengelompokkan berbagai macam jenis penyakit dengan membandingkan gejala – gejala yang di keluhkan oleh pasiennya.
Penalaran atau nalar adalah suatu proses berfikir pada otak manusia dimana suatu objek dapat digambarkan tanpa melalui pengamatan panca indera ( Observasi Empirik ) yang akan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian mengenai suatu hal.
Dalam bahasa Indonesia , Metode penalaran dibagi menjadi dua macam , yaitu :
1. Penalaran Induktif , dan
2. Penalaran Deduktif
Pada Kesempatan tugas minggu pertama ini saya akan mencoba mengulas mengenai penalaran induktif. Penalaran Induktif adalah suatu metode yang digunakan dalam berfikir yang bersifat khusus ke umum . Metode ini dimulai dengan menjelaskan detail – detail mengenai suatu objek sebelum akhirnya disimpulkan menjadi suatu kesimpulan.
Berikut ini adalah bentuk – bentuk dari metode berfikir induktif :
Generalisasi
Generalisasi merupakan suatu proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan yang umum.
Contoh :
1. Perusahaan IHK menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
2. Perusahaan E-Cyber menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
Generalisasi pernyataan diatas :
Semua Perusahaan menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya.
Pernyataan semua perusahaan menggunakan Windows7 sebagai sistem operasi komputernya hanya memiliki probabilitas ( Kemungkinan ) karena belum pernah diselidiki kebenaranya.
Contoh Kesalahan dari pernyataan di atas:
Sistem Operasi Linux digunakan oleh perusahaan Indosat untuk setiap komputernya.
Berikut ini adalah macam – macam Generalisasi :
1. Generalisasi Sempurna
Generalisasi Sempurna ( dapat disebut dengan Generalisasi tanpa loncatan induktif ) adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus Penduduk
2. Generalisasi tidak sempurna ( dapat disebut dengan Generalisasi dengan loncatan induktif ) adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki (sampel ) diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh : Hampir semua Orang yang tinggal di Kawasan Jakarta adalah perokok pasif
Analogi
Analogi merupakan suatu proses penalaran atau cara berfikir dengan membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan sifat. Analogi biasanya digunakan untuk meramalkan , menyingkap kan kesalahan dan dapat pula digunakan untuk klasifikasi ( pengelompokkan).
Contoh :
Analogi yang digunakan untuk meramalkan :
Dengan membandingkan kondisi tanah dan suhu pada musim pengujan tahun lalu , petani dapat memilih benih apa yang cocok untuk di tanam pada musim hujan tahun ini.
Analogi yang digunakan untuk menyingkap kesalahan :
Dengan membandingkan penyebab terjadinya penyakit flu pada setiap orang , Tidak semua orang yang terkena flu di sebabkan karena kehujanan.
Analogi yang digunakan untuk pengklasifikasian ( pengelompokkan ) :
Seorang dokter dapat mengelompokkan berbagai macam jenis penyakit dengan membandingkan gejala – gejala yang di keluhkan oleh pasiennya.
Selasa, 08 Februari 2011
Tugas Pemrograman sistem 1
STORAGE UNIT
KATAGORI : MODEL MESIN
Model mesin berguna untuk menggambarkan ciri hardwarenya. Model Mesin terdiri dari tiga komponen utama , yaitu :
- I/O ( Input Output )
- CPU ( Central Processing Unit )
- Storage Unit ( Unit Penyimpanan )
Pada kesempatan ini saya akan sedikit mengulas mengenai STORAGE UNIT . STORAGE UNIT ( Unit Penyimpanan ) atau biasa disebut dengan memori merupakan bagian dari suatu sistem komputer yang berguna untuk menyimpan data – data dan informasi dari suatu objek yang ada di dalam suatu sistem. Storage unit biasanya terdiri dari sekumpulan register – register yang masing – masing memiliki alamat yang unik ( Berbeda antara satu dengan yang lainnya ) . Storage unit juga tersusun atas Storage Address Register ( SAR ) dan Storage Data Register ( SDR ) . Storage Address Register merupakan suatu media penyimpanan yang secara khusus berfungsi untuk menyimpan alamat alamat dari suatu register , sedangkan Storage Data Register merupakan suatu media penyimpanan yang di khususkan untuk menyimpan Data – data dari suatu register . Dalam suatu keterhubungan antara Storage Unit dengan I/O ataupun dengan CPU , storage unit menggunakan jalur data sebagai alat komunikasinya . Dalam peng-aplikasiannya Storage unit ( Memori ) dapat di kelompokan menjadi Main Memory ( Memori Utama ) dan Secondary Memori ( Memori tambahan ) . Main memory adalah Unit penyimpanan utama data dan informasi yang berkaitan langsung dengan sistem , seperti RAM dan ROM . Sedangkan Secondary memori merupakan unit penyimpanan tambahan data dan informasi yang mendukung suatu sistem , seperti Hard Drive , Floppy Disc , dan Flash disc .
Berikut ini adalah tipe memori dan penjelasannya :
1. RAM ( Random Access Memory )
Istilah dari RAM ini digunakan untuk memori yang berfungsi untuk membaca dan menuliskan data. Dengan fungsi tersebut maka Anda bisa menjalankan dua aktifitas sekaligus, yaitu menulis dari RAM dan membaca data dari RAM.
2. ROM ( Read Only Memory)
ROM merupakan jenis memory yang hanya dapat membaca data saja.
3. PROM (programmable read-only memory)
PROM adalah chip memori yang dapat diprogram. Tetapi sekali PROM digunakan, kita tidak akan dapat membersihkan dan menyimpan kembali data lainnya.
4. EPROM (erasable programmable read-only memory)
EPROM adalah jenis dari memori PROM, dimana EPROM ini dapat diprogram dan dihapus dengan menggunakan cahaya ultraviolet.
5. EEPROM (electrically erasable programmable read-only memory)
Seperti EPROM , EEPROM juga merupakan jenis dari PROM, namun EEPROM ini dapat dihapus dengan menggunakan tegangan listrik ( electrical ).
KATAGORI : MODEL MESIN
Model mesin berguna untuk menggambarkan ciri hardwarenya. Model Mesin terdiri dari tiga komponen utama , yaitu :
- I/O ( Input Output )
- CPU ( Central Processing Unit )
- Storage Unit ( Unit Penyimpanan )
Pada kesempatan ini saya akan sedikit mengulas mengenai STORAGE UNIT . STORAGE UNIT ( Unit Penyimpanan ) atau biasa disebut dengan memori merupakan bagian dari suatu sistem komputer yang berguna untuk menyimpan data – data dan informasi dari suatu objek yang ada di dalam suatu sistem. Storage unit biasanya terdiri dari sekumpulan register – register yang masing – masing memiliki alamat yang unik ( Berbeda antara satu dengan yang lainnya ) . Storage unit juga tersusun atas Storage Address Register ( SAR ) dan Storage Data Register ( SDR ) . Storage Address Register merupakan suatu media penyimpanan yang secara khusus berfungsi untuk menyimpan alamat alamat dari suatu register , sedangkan Storage Data Register merupakan suatu media penyimpanan yang di khususkan untuk menyimpan Data – data dari suatu register . Dalam suatu keterhubungan antara Storage Unit dengan I/O ataupun dengan CPU , storage unit menggunakan jalur data sebagai alat komunikasinya . Dalam peng-aplikasiannya Storage unit ( Memori ) dapat di kelompokan menjadi Main Memory ( Memori Utama ) dan Secondary Memori ( Memori tambahan ) . Main memory adalah Unit penyimpanan utama data dan informasi yang berkaitan langsung dengan sistem , seperti RAM dan ROM . Sedangkan Secondary memori merupakan unit penyimpanan tambahan data dan informasi yang mendukung suatu sistem , seperti Hard Drive , Floppy Disc , dan Flash disc .
Berikut ini adalah tipe memori dan penjelasannya :
1. RAM ( Random Access Memory )
Istilah dari RAM ini digunakan untuk memori yang berfungsi untuk membaca dan menuliskan data. Dengan fungsi tersebut maka Anda bisa menjalankan dua aktifitas sekaligus, yaitu menulis dari RAM dan membaca data dari RAM.
2. ROM ( Read Only Memory)
ROM merupakan jenis memory yang hanya dapat membaca data saja.
3. PROM (programmable read-only memory)
PROM adalah chip memori yang dapat diprogram. Tetapi sekali PROM digunakan, kita tidak akan dapat membersihkan dan menyimpan kembali data lainnya.
4. EPROM (erasable programmable read-only memory)
EPROM adalah jenis dari memori PROM, dimana EPROM ini dapat diprogram dan dihapus dengan menggunakan cahaya ultraviolet.
5. EEPROM (electrically erasable programmable read-only memory)
Seperti EPROM , EEPROM juga merupakan jenis dari PROM, namun EEPROM ini dapat dihapus dengan menggunakan tegangan listrik ( electrical ).
Sabtu, 01 Januari 2011
Fenomena Multimedia
FENOMENA MULTIMEDIA
Kata multimedia mungkin sudah tidak asing lagi di benak kita. Apalagi di zaman modern ini banyak teknologi – teknologi yang berbasiskan multimedia., Namun apakah arti sebenarnya dari Multimedia? Dan apa manfaatnya? Multimedia merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai macam cara/ media yang dimanfaatkan oleh seseorang / kelompok untuk dapat mempermudah pekerjaannya. Dalam suatu pembelajaran ilmiah peran bahasa dan Multimedia sangatlah penting , karena keduanya bersifat saling melengkapi satu sama lain , bahasa digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan informasi – informasi yang ada , sedangkan multimedia digunakan sebagai media / alat untuk menyampaikan informasi – informasi tersebut agar dapat tersampaikan dengan lebih jelas , lebih efisien dan lebih interaktif sehingga penyampaian informasi menjadi tidak monoton. Sebagai contoh , kini orang – orang yang melakukan presentasi sudah jarang terlihat membawa tumpukan kertas – kertas yang berisi konsep / bahan yang akan di presentasikan , melainkan orang – orang kini tengah menggunakan infocus dan laptop untuk menyampaikan informasi yang dikemas dalam suatu slide – slide yang akan di presentasikan. Penyampaian informasi dengan penggunaaan multimedia seperti contoh di atas , mungkin dapat lebih jelas tersampaikan kepada pembaca , apalagi jika kita dapat memadupadankan penggunaan alat – alat multimedia itu dengan baik, namun bukan berarti penyampaian informasi dengan memanfaatkan teknologi multimedia dapat selalu tersampaikan dengan baik, tetapi tetap saja walaupun kita telah memanfaatkan teknologi yang berbasis multimedia namun kita tidak dapat mengkombinasikannya dengan baik , penyampaian informasi pun akan menjadi kurang jelas.
Kata multimedia mungkin sudah tidak asing lagi di benak kita. Apalagi di zaman modern ini banyak teknologi – teknologi yang berbasiskan multimedia., Namun apakah arti sebenarnya dari Multimedia? Dan apa manfaatnya? Multimedia merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai macam cara/ media yang dimanfaatkan oleh seseorang / kelompok untuk dapat mempermudah pekerjaannya. Dalam suatu pembelajaran ilmiah peran bahasa dan Multimedia sangatlah penting , karena keduanya bersifat saling melengkapi satu sama lain , bahasa digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan informasi – informasi yang ada , sedangkan multimedia digunakan sebagai media / alat untuk menyampaikan informasi – informasi tersebut agar dapat tersampaikan dengan lebih jelas , lebih efisien dan lebih interaktif sehingga penyampaian informasi menjadi tidak monoton. Sebagai contoh , kini orang – orang yang melakukan presentasi sudah jarang terlihat membawa tumpukan kertas – kertas yang berisi konsep / bahan yang akan di presentasikan , melainkan orang – orang kini tengah menggunakan infocus dan laptop untuk menyampaikan informasi yang dikemas dalam suatu slide – slide yang akan di presentasikan. Penyampaian informasi dengan penggunaaan multimedia seperti contoh di atas , mungkin dapat lebih jelas tersampaikan kepada pembaca , apalagi jika kita dapat memadupadankan penggunaan alat – alat multimedia itu dengan baik, namun bukan berarti penyampaian informasi dengan memanfaatkan teknologi multimedia dapat selalu tersampaikan dengan baik, tetapi tetap saja walaupun kita telah memanfaatkan teknologi yang berbasis multimedia namun kita tidak dapat mengkombinasikannya dengan baik , penyampaian informasi pun akan menjadi kurang jelas.
Sabtu, 18 Desember 2010
All About Paragraph
Paragraf atau Alinea adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang tersusun dari rangkaian – rangkaian kalimat yang saling mendukung satu sama lain ( saling berhubungan ) . Penulisan Paragraf harus dimulai dengan baris baru. Penulisan Paragraf juga dilakukan dengan cara membuat kata pertama pada baris pertama agak menjorok atau masuk ke dalam dengan beberapa ketukan atau spasi lebih dalam dari kata atau kalimat yang lainnya. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf yang pertama.
Satu hal yang penting dalam pembuatan paragraf , paragraf harus terdiri dari dua syarat , yaitu adanya Kalimat Pokok dan Kalimat Penjelas.
Berikut ini adalah penjelasan dari syarat – syarat dalam pembuatan suatu paragraf :
1. Kalimat Pokok
Kalimat Pokok dalam paragraf adalah kalimat yang berisikan inti dari paragraph tersebut , kalimat pokok biasanya berupa suatu pernyataan yang memiliki makna khusus. Kalimat Pokok dalam suatu paragraf dapat dituliskan di awal dan dapat dituliskan juga di tengah dan di akhir paragraf.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas merupakan suatu kalimat yang berisi suatu penjelasan – penjelasan (memberi informasi tambahan) untuk mendukung suatu kalimat pokok.
Paragraf memiliki bermacam – macam jenis , berikut ini adalah jenis – jenis paragraf .
1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah Paragraf yang memiliki kalimat topik yang terdapat di awal Paragraf , yang kemudian di ikuti oleh kalimat penjelas. Paragraf deduktif menggunakan Metode Umum ke khusus.
2. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah Paragraf yang memiliki kalimat topik yang terdapat di akhir Paragraf. Paragraf jenis ini di awali dengan penulisan kalimat – kalimat penjelas atau perinciaan tentang suatu hal yang kemudian di akhiri dengan inti kalimatnya. Paragraf Induktif menggunakan metode Khusus ke Umum.
3. Paragraf Campuran
Jenis Paragraf ini merupakan perpaduan antara paragraf Induktif dengan paragraf deduktif . Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok karena penulis merasa perlu untuk itu. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua.. Contoh paragraf campuran seperti dikemukakan oleh Keraf (1989:73).
4. Paragraf Tanpa Kalimat Utama
Paragraf jenis memiliki pikiran utama yang tersebar di seluruh kalimat yang membangun paragraph tersebut. Jenis paragraf ini biasanya digunakan dalam pembuatan narasi ( cerita) atau deskripsi.
Sumber :
http://smabahasaindonesia.blogspot.com/2009/09/paragraf.html
http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia
Satu hal yang penting dalam pembuatan paragraf , paragraf harus terdiri dari dua syarat , yaitu adanya Kalimat Pokok dan Kalimat Penjelas.
Berikut ini adalah penjelasan dari syarat – syarat dalam pembuatan suatu paragraf :
1. Kalimat Pokok
Kalimat Pokok dalam paragraf adalah kalimat yang berisikan inti dari paragraph tersebut , kalimat pokok biasanya berupa suatu pernyataan yang memiliki makna khusus. Kalimat Pokok dalam suatu paragraf dapat dituliskan di awal dan dapat dituliskan juga di tengah dan di akhir paragraf.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas merupakan suatu kalimat yang berisi suatu penjelasan – penjelasan (memberi informasi tambahan) untuk mendukung suatu kalimat pokok.
Paragraf memiliki bermacam – macam jenis , berikut ini adalah jenis – jenis paragraf .
1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah Paragraf yang memiliki kalimat topik yang terdapat di awal Paragraf , yang kemudian di ikuti oleh kalimat penjelas. Paragraf deduktif menggunakan Metode Umum ke khusus.
2. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah Paragraf yang memiliki kalimat topik yang terdapat di akhir Paragraf. Paragraf jenis ini di awali dengan penulisan kalimat – kalimat penjelas atau perinciaan tentang suatu hal yang kemudian di akhiri dengan inti kalimatnya. Paragraf Induktif menggunakan metode Khusus ke Umum.
3. Paragraf Campuran
Jenis Paragraf ini merupakan perpaduan antara paragraf Induktif dengan paragraf deduktif . Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok karena penulis merasa perlu untuk itu. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua.. Contoh paragraf campuran seperti dikemukakan oleh Keraf (1989:73).
4. Paragraf Tanpa Kalimat Utama
Paragraf jenis memiliki pikiran utama yang tersebar di seluruh kalimat yang membangun paragraph tersebut. Jenis paragraf ini biasanya digunakan dalam pembuatan narasi ( cerita) atau deskripsi.
Sumber :
http://smabahasaindonesia.blogspot.com/2009/09/paragraf.html
http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia
Senin, 15 November 2010
Tiga Sumber Referensi dalam Penulisan Ilmiah
Daftar pustaka , Kutipan , dan Catatan kaki merupakan sumber referensi atau acuan dalam penulisan ilmiah , ke-3 sumber penulisan tersebut memiliki tujuan yang berbeda – beda , berikut ini merupakan tujuan dari ke-3 sumber tersebut :
1. Daftar Pustaka
Definisi Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daftar yang mencantumkan judul buku , nama pengarang , penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.
Tujuan Dari Daftar Pustaka jika di tinjau dari Definisi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah untuk dapat membantu pembaca dalam mengetahui sumber referensi atau informasi yang digunakan dalam sebuah buku atau suatu karya tulis , selain itu tujuan lain dari pembuatan daftar pustaka adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang memberikan informasi – informasi melalui karya penulis tersebut yang dijadikan sebagai suatu referensi dalam penulisan suatu karya ilmiah.
Sistematika Penulisan Daftar Pustaka :
Jika sumber informasi yang didapatkan berasal dari buku atau suatu karya ilmiah lain , penulisan kita awali dengan menuliskan nama belakang penulis dengan awal menggunakan huruf kapita kemudian setelah nama belakang ditulis kita sertakan tanda koma dan kita tuliskan nama depan penulis , lalu tuliskan tahun pembuatan buku atau karya ilmiah yang dipakai , kemudian tuliskan judul buku dengan menuliskan dengan format tulisan miring (Italic) , kemudian berikan tanda titik di akhir penulisan , lalu tuliskan juga nama tempat diterbitkannya buku atau karangan ilmiah tersebut dengan mempergunakan tanda titik dua, dan kemudian tuliskan nama peberbit buku atau karya ilmiah dengan diakhiri dengan tanda titik.
Jika sumber informasi yang di dapatkan berasal dari internet , penulisan daftar pustaka kita awali dengan menuliskan nama penulis sumber , kemudian diikuti dengan penulisan tahun di buatnya suatu tulisan atau sumber tersebut dengan dituliskan diantara tanda kurung kemudian beri tanda titik , kemudian diteruskan dengan menuliskan judul buku atau tulisan lalu diakhiri dengan tanda titik , dan terakhir tuliskan alamat website gunakan kata “From” untuk awal judul web yang kita ambil.
2. Kutipan
Kutipan adalah penulisan kembali satu kalimat atau lebih yang di ambil dari suatu karya tulis atau buku lain yang ditujukan untuk memperkokoh argument kita dalam suatu penulisan karya tulis.
Sistematika menulis kutipan :
Menuliskan nama penulis , tahun penerbitan dan halamannya ataupun dapat juga dengan hanya menuliskan nama penulis dan buku karangannya.
3. Catatan Kaki ( Footnote)
Catatan kaki atau footnote adalah daftar keterangan khusus atau istilah – istilah khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab suatu karangan ilmiah. Tujuan dari di sertakan catatan kaki dalam suatu karangan ilmiah adalah untuk memberikan keterangan atau memberikan suatu penjelasan mengenai suatu istilah – istilah asing yang terdapat dalam suatu kalimat ataupun paragrap dalam suatu karya ilmiah.
Sistematika Penulisan Catatan Kaki :
Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin ( Batas) kiri dan berjarak empat spasi dari teks. Catatan kaki di ketik ber-spasi satu dan diberikan tanda atau nomor pada akhir suatu kalimat yang akan di buat catatan kaki.
1. Daftar Pustaka
Definisi Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daftar yang mencantumkan judul buku , nama pengarang , penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.
Tujuan Dari Daftar Pustaka jika di tinjau dari Definisi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah untuk dapat membantu pembaca dalam mengetahui sumber referensi atau informasi yang digunakan dalam sebuah buku atau suatu karya tulis , selain itu tujuan lain dari pembuatan daftar pustaka adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang memberikan informasi – informasi melalui karya penulis tersebut yang dijadikan sebagai suatu referensi dalam penulisan suatu karya ilmiah.
Sistematika Penulisan Daftar Pustaka :
Jika sumber informasi yang didapatkan berasal dari buku atau suatu karya ilmiah lain , penulisan kita awali dengan menuliskan nama belakang penulis dengan awal menggunakan huruf kapita kemudian setelah nama belakang ditulis kita sertakan tanda koma dan kita tuliskan nama depan penulis , lalu tuliskan tahun pembuatan buku atau karya ilmiah yang dipakai , kemudian tuliskan judul buku dengan menuliskan dengan format tulisan miring (Italic) , kemudian berikan tanda titik di akhir penulisan , lalu tuliskan juga nama tempat diterbitkannya buku atau karangan ilmiah tersebut dengan mempergunakan tanda titik dua, dan kemudian tuliskan nama peberbit buku atau karya ilmiah dengan diakhiri dengan tanda titik.
Jika sumber informasi yang di dapatkan berasal dari internet , penulisan daftar pustaka kita awali dengan menuliskan nama penulis sumber , kemudian diikuti dengan penulisan tahun di buatnya suatu tulisan atau sumber tersebut dengan dituliskan diantara tanda kurung kemudian beri tanda titik , kemudian diteruskan dengan menuliskan judul buku atau tulisan lalu diakhiri dengan tanda titik , dan terakhir tuliskan alamat website gunakan kata “From” untuk awal judul web yang kita ambil.
2. Kutipan
Kutipan adalah penulisan kembali satu kalimat atau lebih yang di ambil dari suatu karya tulis atau buku lain yang ditujukan untuk memperkokoh argument kita dalam suatu penulisan karya tulis.
Sistematika menulis kutipan :
Menuliskan nama penulis , tahun penerbitan dan halamannya ataupun dapat juga dengan hanya menuliskan nama penulis dan buku karangannya.
3. Catatan Kaki ( Footnote)
Catatan kaki atau footnote adalah daftar keterangan khusus atau istilah – istilah khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab suatu karangan ilmiah. Tujuan dari di sertakan catatan kaki dalam suatu karangan ilmiah adalah untuk memberikan keterangan atau memberikan suatu penjelasan mengenai suatu istilah – istilah asing yang terdapat dalam suatu kalimat ataupun paragrap dalam suatu karya ilmiah.
Sistematika Penulisan Catatan Kaki :
Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin ( Batas) kiri dan berjarak empat spasi dari teks. Catatan kaki di ketik ber-spasi satu dan diberikan tanda atau nomor pada akhir suatu kalimat yang akan di buat catatan kaki.
Langganan:
Postingan (Atom)